Assala:mu’alaikum….! Syalo:m ‘ale:khem…..!! Annyeonghaseyo……!!!
야….! Yaaa….! Ki:f ḥa:lukum.....???
Mudah-mudahan kalian gak bosen dengan topik ini, ya?
Mari kita lanjutkan pembahasan analisis kita mengenai nomina terikat pada frase nominal dalam bahasa Ibrani lanjutan dari bagian 4a.
Kalo gitu, langsung aja, deh..! 공부하자….!!!
4.2.2 Dari Nd dengan Vokal Pendek pada Silabel Pertama dan Panjang pada Silabel Kedua
Bentuk dari nd ini antara lain, nd pola qǎṭâl menjadi nb berpola קָטוֹל /qāṭôl/; qǎṭîl menjadi nb berpola קָטִיל /qāṭîl/; qǎṭûl menjadi nb berpola קָטוּל /qāṭûl/; qǐṭâl dan qǔṭâl menjadi nb berpola קְטוֹל /qeṭôl/; qǐṭîl menjadi nb berpola קְטִיל /qeṭîl/; qǐṭûl dan qǔṭûl menjadi nb berpola קְטוּל /qeṭûl/. Hanya ada beberapa kata dari pola ini yang saya temukan dalam Genesis.
Vokal-vokal panjang dari silabel kedua pola ini termasuk vt. Dengan demikian, perubahan lebih banyak terjadi pada vokal dari silabel pertama. Sistematika perubahan nt tunggal terjadi dengan berpindahnya tekanan utama dari silabel kedua. Hal itu membuat vokal pendek dari silabel pertama yang jauh dari tekanan melemah menjadi ְ /e/ šewa atau šewa majemuk pada gutural. Sementara itu, vokal panjang silabel kedua pada nb tidak berubah karena termasuk vt.
Bentuk nb dan nt jamak dari pola ini adalah dengan menambahkan sufiks jamak bebas atau terikat pada nt tunggal. Saya akan mengambil contoh dari salah satu pola berikut.
1 2
קַטִיל (nd) > קָטִיל (nb) → קְטִיל (nt)
1 2
Tunggal: qǎṭîl (nd) > qāṭîl (nb) → qeṭîl (nt)
1 2
קַטִיל (nd) > קְטִילִים (nb.jmk) → קְטִילֵי (nt.jmk)
1 2
Jamak : qǎṭîl (nd) > qeṭîlîm (nb.jmk) → qeṭîlê (nt.jmk)
Contoh:
(100) /ṣārîṣ/ (nb) סָרִיס → /ṣerîṣ pǎr’ōh/ סְרִיס פַּרְעֹה
‘kasim’ kasim (nt) Firaun’
‘seorang pegawai istana Firaun’ (Gn 37.36)
(101) /rāvîdh/ (nb) רָבִיד → /revîdh hǎzzāhāv/ רְבִד הַזָּהָב
‘kalung’ kalung (nt) (def.)-emas
‘kalung emas’ (Gn 41.42)
Contoh (101) merupakan pola yang sama dengan contoh (100). Namun, terdapat suatu bentuk yang dinamakan tulisan cacat (defective writing) pada penulisan vokal ִי /î/ di konsonan radikal kedua nt בִ /vî/ contoh (101). Vokal î seharusnya ditulis ִי /î/ dengan semivokal yôdh י /y/. Pada kata tersebut, î ditulis tanpa semivokal yôdh י /y/ sehingga menjadi רְבִד / revîdh/. Namun demikian, saya tetap mentransliterasikan vokal pada nt tersebut dengan /î/.
(102) /šālôm/ (nb) שָׁלוֹם → /šelôm ?ǎxēkhā/ אַחֶיךָ שְׁלוֹם
‘salam; keselamatan; damai’ keselamatan (nt) saudara (jmk)-mu(lk)
‘keadaan saudara-saudaramu’ (Gn 37.14)
Contoh (102) merupakan salah satu bentuk dari nb pola קָטוֹל /qāṭôl/. Sistematika perubahan sama seperti contoh sebelumnya, yaitu vokal ָ /ā/ pada nb silabel pertama שָׁ /šā/ menjadi šewa. Sementara itu, vokal panjang וֹ /ô/ pada silabel kedua nb tak berubah karena merupakan vt.
(103) /gevûl/ (nb) גְּבוּל → / gevûl hǎkenǎ’anî/ גְּבוּל הַכְּנַעֲנִי
‘batas, perbatasan’ perbatasan (nt) (def.)-orang Kanaan
‘daerah orang Kanaan’ (Gn 10.19)
(104) /bekhôr/ (nb) בְּכוֹר → /bekhôr yehûdhāh/ בְּכוֹר יְהוּדָה
‘anak sulung’ ‘anak sulung Yehuda’ (Gn 38.7)
(105) /xalôm/ (nb) חֲלוֹם → /xalôm ?ǎxēr/ חֲלוֹם אַחֵר
‘mimpi’ mimpi (nt) lain
‘mimpi yang lain’ (Gn 37.9)
(106) /ne?ûm/ (nb) נְאוּם → /ne?ûm yehwāh/ נְאֻם יְהוָה
‘firman’ ‘firman Tuhan’ (Gn 22.16)
Contoh (103) merupakan salah satu bentuk dari nb pola קְטוּל /qeṭûl/, sedangkan contoh (104) dan (105) adalah bentuk dari nb pola קְטוֹל /qeṭôl/. Bentuk nt pola-pola ini tidak mengalami perubahan karena vokal pada konsonan pertama nb sudah dalam bentuk šewa (גְּ /ge/, בְּ /be/ dan חֲ /xa/). Adapun vokal pada silabel kedua merupakan vt. Contoh (105) menggunakan šewa majemuk ֲ /a/ xāṭēf-páthǎx karena konsonan pertama kata tersebut merupakan konsonan gutural.
Contoh (106) merupakan pola yang sama seperti contoh (103). Namun, terdapat cacat tulisan dalam nt pada vokal panjang û; vokal tersebut seharusnya ditulis dengan וּ /û/, tetapi dalam teks AlKitab ditulis dengan lambang qǐbbûç ֻ /ǔ/. Namun demikian, saya tetap mentransliterasikan vokal pada nt tersebut dengan /û/.
(107) /xǎllôn/ (nb/nt) חַלּוֹן → /xǎllôn hǎttēvāh/ חַלּוֹן הַתֵּבָה
‘jendela’ jendela (nt) (def.)-bahtera
‘tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu’ (Gn 8.6)
(108) /?ǎllûf/ (nb/nt) אַלּוּף → /?ǎllûf dǐšān/ אַלּוּף דִּשָׂן
‘pemimpin; jendral’ pemimpin(nt) Disyan
‘kepala kaum Disyan’ (36.30)
Nomina חַלּוֹן /xǎllôn/ dan אַלּוּף /?ǎllûf/ pada kedua contoh di atas, saya masukkan dalam kelompok nomina dengan vokal panjang (vt) pada silabel kedua berpola nb קָטוֹל /qāṭôl/ dan קָטוּל /qāṭûl/. Akan tetapi karena radikal kedua nomina ini mengalami geminasi, maka radikal pertama nomina tersebut membentuk sebuah stm yang selalu bervokal pendek. Dalam kedua contoh tersebut, vokal qāmēç ָ /ā/ dari pola nb menjadi vokal pendek ַ /ǎ/ páthǎx. Kedua nomina tersebut tidak mengalami perubahan dalam bentuk nt.
Berikut ini merupakan contoh dari bentuk jamak yang saya temukan.
(109) /ṣerîṣîm/ (nb.jmk) סְרִיסִים → /ṣerîṣê fǎr’ōh/ סְרִיסֵי פַרְעֹה
‘kasim’ (jmk) kasim (nt.jmk) Firaun
‘pegawai-pegawai istana Firaun’ (Gn 40.7)
(110) /?aṣîrîm/ (nb.jmk) אֲסִירִים → /?aṣîrê hǎmmělěkh/ הַמֶּלֶךְ אֲסִורֵי
‘tahanan’ (jmk) tahanan (nt.jmk) (def.)-raja
‘tahanan-tahanan raja’ (Gn 39.20)
(111) /?adhônîm/ (nb.jmk) אֲדוֹנִים → /?adhônê yôṣēf/ אֲדֹנֵי יוֹסֵף
‘tuan’ (nb.jmk) tuan (nt.jmk) Yusuf
‘Joseph’s master’ (Gn 39.20)
(112) /zerôǎ’/ (nb.f) זְרוֹעַ → /zerô’ê yādhāw/ זְרֹעֵי יָדָיו
‘lengan’ lengan (nt.f.dual) tangan(dual)-nya(m)
‘lengan tangannya’ (Gn 49.24)
(113) /?ǎllûfîm/ (nb.jmk) אַלּוּפִים → /?ǎllûfê hǎxōrî/ אַלּוּפֵי הַחֹרִי
‘pemimpin; jendral’ pemimpin(nt.jmk) (def.)-Hori
‘kepala-kepala kaum orang Hori’ (Gn 36.29)
Nb tunggal dari contoh (110) adalah אָסִיר /?āṣîr/. Karena konsonan radikal pertama termasuk konsonan guttural, maka konsonan tersebut menggunakan šewa majemuk. Vokal panjang î pada konsonan radikal kedua nt (סִו) tidak ditulis dengan semivokal yôdh י /y/ melainkan dengan konsonan ו /w/ (wāw). Dalam AlKitab, hal tersebut dinamakan dengan Qerê dan Kethîv. Kethîv adalah tulisan yang tercantum (cara menulis), sedangkan Qerê merupakan cara membaca tulisan yang tercantum tersebut. Dalam AlKitab berbahasa Ibrani, adanya Qerê dan Kethîv ditandai dengan simbol ק di samping kiri atau kanan halaman. Simbol-simbol keterangan di samping kiri dan kanan halaman AlKitab tersebut dinamakan tulisan Masora. Contoh nt (110) tersebut di dalam teks Alkitab ditulis dengan אֲסִורֵי /?asǐwrê/ namun dibaca dengan /?aṣîrê/.
Nb tunggal dari contoh (111) adalah אָדוֹן /?ādhôn/ dari nb pola קָטוֹל /qāṭôl/. Contoh nb jamak ini juga terdapat tulisan cacat, yaitu vokal panjang ô pada konsonan radikal kedua nt ditulis דֹ /dō/ tanpa semivokal ו /w/ (wāw). Namun demikian, saya tetap mentansliterasikannya sebagai /dô/.
Contoh (112) adalah nb berpola קְטוֹל /qeṭôl/. Dari beberapa sumber literatur yang saya temukan, dikatakan bahwa nomina זְרוֹעַ /zerôǎ’/ tidak menggunakan bentuk nb dual tetapi menggunakan bentuk nb jamak feminin זְרוֹעוֹת /zerô’ôth/. Bentuk nt dual yang saya temukan dalam Genesis tersebut merupakan bentuk khusus. Nt dual tersebut dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak terikat pada bentuk nb tunggal setelah menghilangkan vokal pendek páthǎx ַ /ǎ/ dari konsonan ע /’/. Selain itu, terdapat cacat tulisan pada penulisan vokal panjang ô yang ditulis tanpa semivokal ו /w/ (wāw).
Contoh (113) adalah bentuk jamak dari contoh (108) sebelumnya. Perubahan bentuk nt jamak hanya dengan mengganti sufiks jamak bentuk bebas dengan sufiks jamak bentuk terikat.
4.2.3 Dari Nd dengan Vokal Panjang pada Silabel Pertama dan Pendek pada Silabel Kedua
Bentuk nd pola ini adalah: qâṭǎl menjadi nb berpola קוֹטָל /qôṭāl/, qâṭǐl menjadi nb berpola קוֹטֵל /qôṭēl/, dan qûṭǎl menjadi nb berpola קוּטָל /qûṭāl/ atau קוּטַל /qûṭǎl/. Vokal-vokal panjang dari silabel pertama dalam bentuk nt tidak berubah menjadi šewa karena termasuk vt. Karena vokal pada silabel pertama merupakan vt, maka perubahan lebih banyak terjadi pada vokal dari silabel kedua.
Pada nomina tunggal, vokal-vokal silabel kedua nb akan kembali menjadi vokal pendek dari silabel kedua nd. Namun pada sebagian pola nb, vokal-vokal silabel kedua tersebut tidak mengalami perubahan dalam bentuk nt. Adapun vokal silabel kedua pada nomina jamak, sebagian besar, menjadi šewa atau šewa majemuk pada konsonan gutural.
1 2
קָטַל (nd) > קוֹטָל (nb) → קוֹטַל (nt)
1 2
Tunggal: qâṭǎl (nd) > qôṭāl (nb) → qôṭǎl (nt)
1 1 2 2
קָטִל (nd) > קוֹטֵל / קֹטֵל (nb) → קוֹטֵל / קֹטֵל (nt)
1 2
Tunggal: qâṭǐl (nd) > qôṭēl (nb) → qôṭēl (nt)
1 2
קָטַל (nd) > קוֹטָלִים (nb.jmk) → קוֹטַלִים* → קוֹטְלִים* → קוֹטְלֵי (nt.jmk)
1 2
Jamak: qâṭǎl (nd) > qôṭālîm (nb.jmk) → qôṭǎlîm* → qôṭelîm* → qôṭelê (nt.jmk)
Berikut ini beberapa contoh nt yang saya temukan dalam Genesis.
(114) /kôhēn/ (nb) כֹּהֵן → /kôhēn ?ōn/ כֹּהֵן אֹן
‘imam’ imam (nt) On
‘imam di On’ (Gn 41.45)
(115) /rô’ěh/ (nb) רוֹעֶה → /rô’ēh çō?n/ רֹעֵה צאֺן
‘penggembala’ penggembala (nt) kambing; ternak (kol.)
‘gembala kambing’ (Gn 4.2)
Contoh (114) merupakan nb dari pola קוֹטֵל /qôṭēl/ dengan tulisan cacat pada penulisan vokal panjang ô. Vokal tersebut ditulis tanpa semivokal ו /w/ (wāw) di silabel pertama כֹּ /kō/. Namun demikian, saya tetap mentransliterasikannya dengan /kô/. Lalu, vokal pada silabel kedua nb tidak mengalami perubahan dalam nt.
Contoh (115) adalah nomina dari pola קוֹטֵל /qôṭēl/. Namun, nomina tersebut mempunyai akhiran yang sama seperti contoh (91) sebelumnya, yaitu dengan akhiran ֶה /ěh/. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, akhiran ֶה /ěh/ dalam bentuk nt berubah menjadi ֵה /ēh/. Sementara itu, vt ô dari contoh di atas ditulis cacat tanpa semivokal ו /w/ (wāw) dalam teks.
(116) /kôkhāvîm/ (nb.jmk) כּוֹכָבִים → /khôkhevê hǎššāmǎyǐm/ כוֹכְבֵי הַשָּׁמַיִם
‘bintang’ (nb.jmk) ‘bintang (def,)-langit’
‘bintang di langit’ (Gn 26.4)
Bentuk nb tunggal contoh (116) adalah כּוֹכָב /kôkhāv/. Perubahan nb jamak dilakukan dengan mengembalikan vokal pada silabel kedua nb כָ /khā/ menjadi šewa karena hilangnya tekanan utama. Kemudian, sufiks jamak bentuk bebas digantikan dengan sufiks jamak bentuk terikat.
Wuaaaahhhh….. cukup dulu, ya. Kita lanjutkan di bagian 4 selanjutnya saja.
Mohon ma’af kalau monoton dan ada salah-salah kata. Jangan sungkan untuk mengoreksi dan member masukkan, ya!!
So…. Sampai jumpa pada bagian selanjutnya…….!
Assala:mu’alaikum…..!!! Syalo:m ‘ale:khem…….!! Annyeong……..!
BERSAMBUNG…….
다음 장을 읽으십시오
Tidak ada komentar:
Posting Komentar