Assala:mu’alaikum………
Siaaaaapp!!! Ayo kita mulai…!!! Hayya nabda?........
Dalam banyak bahasa dunia, dikenal adanya gender. Sebagian besar teman-teman tentu sudah mengetahui mengenai gender, yaitu pengklasifikasian kata berdasarkan jenis maskulin dan feminin. Seperti yang dijabarkan sebelumnya, gender dalam sebuah bahasa terbagi menjadi dua, yaitu maskulin dan feminin. Namun demikian, ada beberapa bahasa yang mengenal tiga gender, yaitu maskulin, feminin, dan netral. Salah satu bahasa yang menggunakan tiga gender adalah bahasa Jerman.
Bahasa Indonesia sendiri tidak menggunakan gender dalam penerapan ketatabahasaannya (grammatika). Akan tetapi, gender dalam bahasa Indonesia lebih bersifat leksikal atau berdasarkan keadaan makna kata itu sendiri. Namun, ada juga penanda khusus dalam bentukkan kata yang menandakan jenis katanya. Contoh: Putra & putri, mahasiswa & mahasiswi, pramugara & pramugari, peragawan & peragawati, wartawan & wartawati, biarawan & biarawati, dll.
Nah, sekarang , kita akan sedikit ngebahas gender pada salah satu bahasa yang sudah kita kenal sebelumnya, yaitu bahasa Arab. Gender disebut dengan جنس jins dalam bahasa Arab. Terdapat dua gender, yaitu maskulin yang disebut مُذكّر muðakkar dan feminin yang disebut مُؤنّث mu?annaθ. Apa saja perbedaan kata maskulin dan feminin dalam bahasa Arab?
Semua kata dalam bahasa Arab dianggap berjenis maskulin kecuali ia memiliki ciri atau kategori yang menandakan jenis feminin. Jadi, ada beberapa penanda/ketentuan yang menunjukkan bahwa sebuah kata berjenis feminin, antara lain sebagai berikut:
1. Feminin berdasarkan makna. Sebuah kata sudah dapat dipastikan bahwa ia berjenis feminin berdasarkan makna leterleksnya.
Contoh: أمّ ?umm ‘ibu’ عَرُوس ’aru:s ‘pengantin perempuan,
بنْت bint ‘anak perempuan’
2. Feminin berdasarkan bentuk. Maksudnya, sebuah kata dikategorikan feminin jika ia memiliki penanda feminin yang umumnya berupa sufiks ta:’ marbu:ṭa ( ة ). Sufiks feminin tersebut ditambahkan kepada nomina dan ajektiva yang berjenis maskulin.
Contoh: ملِك malik ‘raja’ + ة a(t) → ملِكة malika ‘ratu’
ابن ibn ‘anak laki-laki’ + ة a(t) → ابنة ibna ‘anak perempuan’
Perlu diketahui juga bahwa tidak semua kata yang berakhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ) adalah kata yang berjenis feminin. Terdapat sejumlah kata yang berakhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة )namun ia dikategorikan ke dalam kata berjenis maskulin, contohnya:
خلِيفة xali:fa ‘Khalifah’ حَمزة ḥamza ‘Hamzah’ (nama seorang laki-laki)
Selain dengan sufiks feminin ta:’ marbu:ṭa ( ة ), terdapat kata berjenis feminin berdasarkan bentuk kata yang mengikuti pola فعلاءُ Fa’La:?u. Kata-kata yang mengikuti pola tersebut umumnya adalah ajektiva yang menggambarkan warna atau cacat pada tubuh.
Contoh: عَميَاءُ ’aMYa:?u ‘buta’ سَودَاءُ SaWDa:?u ‘hitam’
3. Feminin berdasarkan adat kebiasaan (convention). Kata-kata yang masuk dalam kategori ini telah digunakan oleh orang-orang Arab sebagai kata berjenis feminin sejak lama. Saya sendiri tidak mengetahui alasan pasti kefemininan kata-kata kategori ini. Ya, bisa dibilang “sudah dari sananya”. Kata-kata yang termasuk dalam kelompok ini dibagi menjadi tiga:
(a) Anggota tubuh yang jumlahnya sepasang.
Contoh: يَد yad ‘tangan’ رِجل rijl ‘kaki’
(b) Nama negara, kota, dan nama-nama geografis lainnya.
Contoh: أندونيسيا ?andu:ni:siya: ‘Indonesia’ العِراق al-‘ira:q ‘Irak’
(c) Feminin tanpa diketahui alasannya.
Contoh: أرض ?arḍ ‘bumi’ شمس šams ‘matahari’
نار na:r ‘api’ نفس nafs ‘jiwa; manusia’
Kata-kata yang mengalami gender umumnya adalah nomina dan ajektiva. Dalam bahasa Arab, ajektiva harus selalu menyesuaikan diri dengan nomina yang disifatinya. Jadi, jika sebuah nomina ada dalam bentuk feminin, maka ajektiva yang menyifatinya juga harus dalam bentuk feminin. Begitu juga sebaliknya jika sebuah nomina berjenis maskulin, maka ajektiva ada dalam bentuk maskulin. Saat menjadi predikat dalam kalimat nominal pun, ajektiva juga harus sesuai dengan nomina dalam kalimat itu.
Contoh:
جميلَةٌ بنتٌ /bintun jami:latun/ ‘seorang anak perempuan yang cantik’
جميلَةٌ البنتُ /al-bintu jami:latun/ ‘anak perempuan itu cantik’
الجميلُ الرَجلُ /ar-rajulu ljami:lu/ ‘laki-laki yang ganteng (itu)’
جميلٌ الرجلُ /ar-rajulu jami:lun/ ‘laki-laki itu ganteng’
Huaaaa…..hhhh!!! Kiranya sekian saja. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam kata dan isi. Jangan sungkan untuk memerbaiki dan memberi saran.
شكرا
감사합니다
Assala:mu’alaikum…..!!! Syalo:m ‘ale:khem…….!! Annyeong……..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar