Assala:mu’alaikum….!
Yaaa…!! Kita bertemu lagi.
Mari kita lanjutkan pembahasan mengenai nomina terikat pada frase nominal dalam bahasa Ibrani. Pada tulisan sebelumnya, kita hanya ngebahas pengantar dan gambaran singkat mengenai nomina bentuk terikat. Nah, untuk yang berikutnya kali ini, kita akan melihat penjelasan singkat mengenai nomina bentuk terikat (construct noun) menurut beberapa ahli gramatika bahasa Ibrani dari buku yang telah mereka tulis.
Langsung aja, deh..! silahkan baca…!!!
NOMINA BENTUK TERIKAT PADA FRASE NOMINAL
DALAM BEBERAPA AYAT GENESIS BERBAHASA IBRANI
(bagian II)
Dalam bab ini, akan disajikan ikhtisar beberapa pembahasan mengenai nomina terikat yang pernah dibahas oleh beberapa penulis dan ahli tata bahasa dalam beberapa karya dan buku-buku. Karya-karya yang akan disajikan berikut sebagian besar berasal dari tulisan berbahasa Inggris.
2.2 A.B. Davidson (1956)
Dalam buku An Introductory Hebrew Grammar, Davidson menjelaskan bahwa “…the cstr. is uttered as shortly as possible in consistency with the laws of pronunciation in the language; therefore any merely tone-long vowel within the word will be shortened or lost.” (hlm. 59).
Maksud dari penjelasan Davidson yang dituliskan di atas adalah sebuah nomina induk pada FN yang dalam bentuk terikat akan diucapkan sesingkat mungkin. Oleh karena itu, setiap tone-long vowel (vokal panjang yang dapat berubah-ubah karena pengaruh tekanan) dari nomina induk tersebut akan menjadi vokal pendek atau senyap (menjadi šewa) untuk mempersingkat pengucapan.
Davidson memerikan perubahan-perubahan yang umumnya terjadi pada akhiran adalah sebagai berikut.
- Akhiran ם /m/ pada sufiks jamak maskulin ִים /îm/ dan dual ַיִם /ǎyǐm/ dilesapkan sehingga menghasilkan ֵי /ê/.
- Akhiran feminin tunggal ָה /āh/ menjadi ַת /ǎth/.
- Akhiran pada jamak feminin וֹת /ôth/ tak berubah, tetapi bentuk jamaknya diperpendek.
Contoh: (10) /çedhāqôth/ צְדָקוֹת ‘kebenaran-kebenaran’ → /çǐdhqôth/ צִדְקוֹת
Davidson juga memberikan beberapa ketentuan mengenai nt dalam ṣemîkhûth.
- Nomina terikat tidak pernah berartikel
- Nomina terikat berbentuk definit karena hubungannya dengan nomina bebas dalam konstruksi FN (ṣemîkhûth).
- Nomina terikat selalu mendahului nomina pewatas.
- Ajektiva yang menerangkan nomina terikat selalu berada setelah konstruksi FN dan berartikel. Contoh:
(11) /ṣûṣê hǎmmělěkh hǎṭṭôvîm/ הַטּוֹבִים הַמֶּלֶךְ סוּסֵי
Kuda (nt.jmk) (def.)-raja (def.)-bagus (aj.jmk)
‘kuda-kuda raja yang bagus’.
2.3 J. Weingreen (1959)
Weingreen menjelaskan dalam bukunya yang berjudul A Practical Grammar for Classical Hebrew, bahwa nomina terikat secara alami cenderung diucapkan lebih cepat. Oleh karena itu, sebuah kata dipendekkan [vokal atau bentuk katanya] sedemikian rupa. Perubahan nomina yang terjadi pada nomina terikat merupakan suatu tanda bahwa dari dua nomina pada konstruksi FN diucapkan sekaligus seperti halnya satu kata.
Bentuk terikat pada nomina feminin adalah dengan menggunakan akhiran ַת /ǎth/, sedangkan pada jamak maskulin dengan akhiran ֵי /ê/. Weingreen memberikan contoh pada kata דָּבָר /dāvār/ ‘kata’ ke dalam bentuk terikat. Dua perubahan terjadi, yaitu pada silabel בָר /vār/ diperpendek menjadi בַר /vǎr/. Sedangkan qāmēç (ָ) /ā/ pada silabel דָּ /dā/ diturunkan menjadi šewa ְ /e/, maka hasil nomina tersebut menjadi דְּבַר /devăr/.
Begitu juga pada kata חָכָם /xākhām/ ‘orang bijak’. Silabel כָם /khām/ diperpendek menjadi כַם /khǎm/, sedangkan vokal qāmēç (ָ) /ā/pada חָ /xā/ diganti dengan šewa majemuk ֲ /a/ menjadi חֲ /xa/. Dengan demikian, keseluruhan kata menjadi חֲכַם / xakhǎm/.
בָר /vār/ → בַר /vǎr/
כָם /khām/ → כַם /khǎm/
Gambar 1: Perubahan nt Tunggal menurut Weingreen
Adapun perubahan pada bentuk jamak דְּבָרִים /devārîm/ dilakukan dengan mengubah בָרִים /vārîm/ menjadi בְרֵי /verê/ sehingga menghasilkan דְּבְרֵי /deverê/. Akhir dari perubahan tersebut adalah דִּבְרֵי /dĭvrê/. Contoh kedua yang diberikan Weingreen adalah pada kata חֲכָמִים /xakhāmîm/ dengan perubahan כָמִים /khāmîm/ menjadi כְמֵי /khemê/ untuk kemudian menjadi חֲכְמֵי /xakhmê/ setelah ditambah dengan silabel pertama. Hasil akhir kata tersebut adalah חַכְמֵי /xǎkhmê/ setelah vokal šewa majemuk xāṭēf-páthǎx ֲ /a/ diganti dengan vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) yang mempunyai hubungan bunyi a dengan xāṭēf-páthǎx tersebut.
בָרִים /vārîm/ → בְרֵי /verê/
כָמִים /khāmîm/ → כְמֵי /khemê
Gambar 2: Perubahan nt Jamak menurut Weingreen
2.4 C.L. Seow (1988)
Seow menjelaskan nomina terikat dalam tataran konstruksi FN genitif, dalam bukunya yang berjudul A Grammar for Biblical Hebrew, bahwa nomina terikat merupakan nomina yang bersandar; tekanan utamanya pindah; ketakrifannya bergantung pada kata di depannya. Selain itu, nomina terikat tidak berartikel definit. Beberapa ketentuan kedefinitan nomina dalam konstruksi FN adalah.
- Nomina pewatas dapat berbentuk indefinit
(12) /?îš mǐlxāmāh/ מִלְחָמָה אִישׁ
‘laki-laki perang’ atau ‘kesatria’
- Nomina pewatas dapat berbentuk definit
(13) /’ěvědh ?ǎvrāhām/ ‘budak Ibrahim’ אַבְרָהם עֶבֶד
- Karena nomina terikat tak berartikel definit, maka hubungan antara nomina induk dan pewatas dapat digambarkan dengan menggunakan preposisi לְ /le/.
(14) /mǐzmōr le dāwǐdh/ לְדָּוִד מִזְמֹר
Mazmur untuk Daud
‘Mazmur Daud’
Seow menjelaskan bahwa nomina dalam bentuk terikat sering kehilangan tekanan utamanya dan mengalami perubahan morfologis seperti penjelasannya berikut ini.
1. Vokal ֵ /ē/ dalam nomina monosilabel berubah menjadi ֶ /ě/ ketika bergabung dengan nomina bebas yang dihubungkan dengan tanda (־) maqqēf.
Contoh: (15) /bēn/ בֵּן ‘putra’ → /běn/ בֶּן־
2. Akhiran dual ַיִם /ǎyǐm/ dan jamak maskulin ִים /îm/ menjadi ֵי /ê/.
Contoh: (16) /’ênǎyǐm/ עֵינַיִם ‘dua bola mata’ → /’ênê/ עֵינֵי
(17) /?adhōnîm/ אֲדֹנִים ‘tuan-tuan’ → /?adhōnê/ אֲדֹנֵי
3. Akhiran feminin ָה /āh/ menjadi ַת /ǎth/.
Contoh: (18) /tôrāh/ תּוֹרָה ‘Taurat’ → /tôrǎth/ תּוֹרַת
4. Vokal ָ /ā/ pada silabel tertutup di akhir kata menjadi ַ /ǎ/.
Contoh: (19) /mǎl?ākh/ מַלְאָךְ ‘malaikat; utusan’ → /mǎl?ǎkh/ מַלְאַךְ
5. Pada silabel terbuka, vokal ָ /ā/ dan ֵ /ē/ menjadi šewa ְ /e/, sedangkan vokal ֹ /ō/ tak berubah.
Contoh: (20) /šālôm/ שָׁלוֹם ‘salam, damai’ → /šelôm/ שְׁלוֹם
(21) /šēmôth/ שֵׁמוֹת ‘nama-nama’ → /šemôth/ שְׁמוֹת
(22) /kōhēn/ כֹּהֵן ‘pendeta; imam’ → /kōhēn/ כֹּהֵן
6. Vokal panjang yang berfungsi sebagai penutup kekurangan dari salah satu konstituen di dalam kata, tidak dapat diturunkan menjadi vokal pendek atau šewa (misal, bentuk jamak pada nomina monosilabel yang berasal dari akar kata dengan konsonan ר /r/ atau gutural yang sama pada radikal kedua dan ketiga).
Contoh: (23) sarr > /sārîm/ שָׂרִים ‘pemerintah’ → /sārê/ שָׂרֵי bukan /serê/ שְׂרֵי
7. Akhiran ֶה /ěh/ menjadi ֵה /ēh/
Contoh: (24) /mǐštěh/ מִשְׁתֶּה ‘pesta, perjamuan’ → /mǐštēh/ מִשׁתֵּה
8. Bentuk nomina dengan dasar aw berkontraksi menjadi וֹ /ô/.
Contoh: (25) /māwěth/ מָוֶת ‘maut, kematian’ → /môth/ מוֹת
9. Bentuk nomina dengan dasar ay berkontraksi menjadi ֵי /ê/.
Contoh: (26) /bāyǐth/ בָּיִת ‘rumah’ → /bêth/ בֵּית
10. Nomina segholate jamak kembali ke bentuk dasarnya, yaitu qǎṭl, qǐṭl, dan qǔṭl (qǒṭl) ketika dalam bentuk terikat.
Contoh: (27) qǎṭl > /melākhîm/ מְלָכִים ‘raja-raja’ → /mǎlkhê/ מַלְכֵי
(28) qǐṭl > /ṣefārîm/ סְפָרִים ‘buku-buku’ → /ṣǐfrê/ סִפְרֵי
(29) qǔṭl (qǒṭl) > /xodhāšîm/ חֳדָשִׁים ‘bulan-bulan baru’ → /xǒdhšê/ חָדְשֵׁי
11. Apabila penurunan vokal menghasilkan dua vokal šewa maka perubahan pada vokal pertama umumnya menjadi ǐ sedangkan yang kedua menjadi senyap. Jika šewa pertama merupakan šewa majemuk (xāṭēf ) maka vokal tersebut berubah menjadi vokal pendek yang masih berhubungan atau sepadan dengan xāṭēf tersebut.
דְּבָרִים > *דְּבָרֵי > *דְּבְרֵי > דִּבְרֵי
Contoh: (30) /devārîm/ > */devārê/ > */devrê/ > /dĭvrê/.
12. Nomina bentuk bebas dengan pola qāṭēl akan menjadi qeṭǎl
Contoh: (31) /zāqēn/ זָקֵן ‘orang tua’ → /zeqǎn/ זְקַן
2.5 Ruth A. Berman (1997)
The Semitic Languages merupakan sebuah buku kumpulan tulisan mengenai bahasa-bahasa Semit klasik dan modern. Salah satu penulis di dalamnya adalah Ruth A. Berman yang menulis tentang bahasa Ibrani modern. Ruth sedikit menjelaskan secara umum mengenai nomina terikat dalam konstruksi frase nominal (FN) genitif dan sufiks posesif. FN genitif dalam bahasa Ibrani yang disebut ṣemîkhûth merupakan dua nomina yang saling terikat. Disebutkan bahwa perubahan nomina ke bentuk terikat mencakup salah satu dari beberapa perubahan fonologis di antaranya adalah penurunan vokal dan kontraksi, serta beberapa proses alternasi morfologis.
Sayangnya, Ruth tidak memberikan penjelasan secara rinci bagaimana sistematika perubahan-perubahan yang terjadi dalam bentuk terikat. Selain itu, dalam buku tersebut semua contoh diberikan dengan transliterasi huruf latin yang kurang spesifik sehingga sulit membedakan antara vokal pendek dan panjang. Untuk itu, saya mengganti transliterasi pada contoh yang diberikan oleh Ruth dengan sistem transliterasi yang saya gunakan.
Ruth memberikan contoh beberapa bentuk nomina terikat sebagai berikut.
Bentuk bebas | Jamak | Sufiks posesif | Frase nominal |
dāvār ‘kata, perkataan’ xědhěr ‘kamar, ruang’ | devār-îm xadhār-îm | devār- āh ‘perkataannya (f)’ xǎdhr-ô ‘kamarnya (m)’ | devār hā?ēl ‘kata-kata Tuhan’ xadhǎr ?ôkhěl ‘ruang makan’ |
Tabel 2: Contoh infleksi nomina oleh Ruth.
Ruth menjelaskan bahwa bentuk terikat jarang sekali digunakan untuk penggunaan dan percakapan sehari-hari. Sebagai gantinya, dalam konstruksi FN, digunakan partikel genitif שֶׁל /šěl/ ’milik’ karena dianggap lebih analitis atau mudah dipahami. Kedua bentuk tersebut dapat dibandingkan pada kedua contoh berikut.
(32) /kôvā’îm šěl xǎyyālîm/ חַייָּלִים שֶׁל כּוֹבָעִים
Topi (nb.m.jmk) milik tentara (m.jmk)
‘ topi-topi para tentara‘
(33) /kôvǎ’ê xǎyyālîm/ חַייָּלִים כּוֹבַעֵי
Topi (nt.m.jmk) tentara (m.jmk)
‘topi-topi para tentara‘
Selain partikel שֶׁל / šěl/, untuk mengganti penggunaan bentuk terikat dalam konstruksi FN, digunakan preposisi guna mendapatkan kejelasan makna.
(34)/sǐmlāh ’ǐm pāṣîm/ פָּסִים עִם שִׂמְלָה
Pakaian(nb.f) dengan garis(m.jmk)
‘pakaian bergaris-garis‘
(35) /sǐmlǎth pāṣîm/ פָּסִים שִׂמְלַת
Pakaian (nt.f.jmk) garis (m.jmk)
‘pakaian bergaris-garis‘
2.6 Paul Jöun (2000)
A Grammar of Biblical Hebrew yang diterjemahkan dan direvisi oleh T. Muraoka, merupakan salah satu buku gramatika bahasa Ibrani yang cukup lengkap yang ditulis oleh Paul Jöun. Paul menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi dalam nomina terikat akibat hilangnya tekanan utama karena nomina tersebut bersandar pada kata di depannya. Hilangnya tekanan memengaruhi penurunan atau pelesapan vokal. Dalam bukunya, Paul membagi perubahan pada nt berdasarkan bentuk dasar dari nomina-nomina tersebut. Saya hanya akan memberikan sedikit gambaran penjelasan dari Paul dalam bukunya sebagai berikut ini.
A. Nomina segholate.
Nomina segholate merupakan nomina hasil modifikasi dari bentuk dasar dengan pola KVKK yang mendapat vokal bantu yang pada umumnya berupa seghol ֶ /ě/. Dengan vokal bantu tersebut, pola dasarnya berbentuk dissilabel (KVKVK) dan merupakan nomina bentuk bebas.
Bentuk nt tunggal dari nomina tersebut sama seperti bentuk bebasnya. Adapun untuk jamak nt, bentuknya kembali ke bentuk dasar dengan tambahan sufiks terikat ֵי /ê/. Contoh:
(36) qǎṭl /mělěkh/ (nb/nt) מֶלֶךְ ‘raja’
(37) qǎṭl /melākhîm/ (nb.jmk) ‘raja-raja’ מְלָכִים → /mǎlkhê/ (nt.jmk) מַלְכֵי
B. Nomina berbentuk dasar dengan dua vokal pendek pada kedua silabelnya.
Contoh:
(38) bentuk dasar maskulin qǎṭǎl : /dāvār/ (nb) דָּבָר → /devăr/ (nt) דְּבַר
(39) bentuk dasar feminin qǎṭǎlǎt : /çedhāqāh/ (nb.f) צְדָקָה → /çǐdhqǎth/ (nt.f) צִדְקַת
C. Nomina berbentuk dasar dengan vokal panjang pada silabel pertama dan pendek pada silabel kedua. Contoh:
(40) bentuk dasar qâṭǎl : /’ôlām/ (nb) ‘ keabadian’ עוֹלָם → /’ôlǎm/ (nt) עוֹלַם
D. Nomina berbentuk dasar dengan vokal pendek pada silabel pertama dan panjang pada silabel kedua.
Contoh: bentuk dasar qǎṭîl :
(41) /ṣārîṣ/ (nb) ‘kasim’ סָרִיס → /ṣerîṣ/ (nt) סְרִיס (42) / ṣārîṣîm/ (nb.jmk) ‘kasim-kasim’ סָרִיסִים → /ṣārîsê/ (nt.jmk) סָרִיסֵי
2.7 Rangkuman
Dari ikhtisar nomina terikat yang telah ditulis oleh para ahli bahasa di atas, diketahui bahwa para penulis hampir sama dalam mendeskripsikan nomina bentuk terikat (terutama perubahan pada akhiran). Mereka mengatakan bahwa perubahan berupa pemendekan dan penurunan vocal terjadi akibat dari pindah atau hilangnya tekanan utama pada nomina (nomina induk) tersebut.
Akan tetapi, sebagian dari penulis kurang rinci dalam menjelaskan sistematika perubahan pada nomina tersebut. Bahkan, ada beberapa penulis yang tidak menjelaskan perubahannya. Pembahasan menurut Seow dan Paul lah yang dirasa cukup memerinci perubahan-perubahan yang terjadi. Seow mencoba merangkum semua perubahan vokal yang terjadi pada setiap nomina. Adapun Paul menjelaskan infleksi nomina, yang di dalamnya termasuk infleksi pada ṣemîkhûth (FN), menurut bentuk dari pola dasar setiap nomina.
Sementara itu, Seow dan Davidson sedikit membahas mengenai hubungan nomina terikat dengan tataran FN genitif,. Nomina terikat tidak berartikel sama halnya dengan muḍaf dalam iḍafah pada bahasa Arab. Ruth lebih banyak membandingkan penggunaan partikel שֶׁל /šěl/ dan לְ /le/ yang intensitas penggunaannya lebih sering pada pemakaiaan sehari-hari sebagai pengganti ṣemîkhûth.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar