Sabtu, 16 Oktober 2010

Di mana di ditulis?


여기부터 읽으세요
Assalaamu’alaikum….!
 야….!  Yaaa….!  

            Setiap hari, kita tentu membaca berbagai macam tulisan baik itu di buku, koran, majalah, spanduk, poster, televisi, dan lain-lain. Dalam tulisan yang kita baca, baik sadar (bagi yang mengetahui) ataupun tidak, kita sering menemukan kesalahan dalam penulisan prefiks dan preposisi di.  Bahkan, dalam siaran berita TV yang dianggap sebagai salah satu acuan sumber bahasa formal sesuai EYD, sering kita temukan kesalahan dalam penulisan prefiks dan preposisi di.

            Kesalahan yang ditemukan, yaitu orang sering  memperlakukan preposisi di –digunakan untuk menunjukkan tempat atau letak sesuatu— dengan menuliskannya seperti prefiks atau sebaliknya. Jadi, kebanyakan orang menulis preposisi di serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Contoh: Jaksa itu menghitung uang dibalik pintu.
             Presiden menyanyikan lagu ciptaannya didepan rakyat jelata dengan bangga.
             Presiden menandatangani perjanjian diatas kertas buram.
Sebaliknya, kita juga sering menemukan orang menuliskan prefix di- secara terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh: Air itu tumpah saat wadahnya di balik.
              Perjanjian itu di buat untuk kesejahteraan seorang saja.
              Mobil presiden di jual dengan harga yang tak masuk akal.

Seharusnya, preposisi di ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Dengan demikian, contoh di atas seharusnya:
              Jaksa itu menghitung uang di balik pintu.
              Presiden menyanyikan lagu ciptaannya di depan rakyat jelata dengan bangga.
              Presiden menandatangani perjanjian di atas kertas buram.
Adapun prefiks di- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Jadi, contoh di atas seharusnya:
                Air itu tumpah saat wadahnya dibalik.
               Perjanjian itu dibuat untuk kesejahteraan seorang saja.
               Mobil presiden dijual dengan harga yang tak masuk akal.

Nasib seperti preposisi di juga dialami preposisi ke. Banyak ditemukan preposisi ke yang ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya seperti contoh berikut:
               Presiden pergi kepasar diikuti kelima batalyon paspampres yang mengawalnya.
               Paspampres sibuk kesana-sini untuk mengamankan pasar.
Preposisi ke seharusnya ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali pada beberapa pengecualian kata, seperti kepada, kemari, dan sebagainya. Jadi, contoh di atas seharusnya:
               Presiden pergi ke pasar diikuti kelima batalyon paspampres yang mengawalnya.
               Paspampres sibuk ke sana-sini untuk mengamankan keamanan pasar.

Begitulah, kesalahan penulisan dapat dialami oleh siapa saja termasuk saya sendiri.
So…..
감사합니다

Assala:mu’alaikum…..!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar