Minggu, 15 April 2012

Kalau Fi’l Mudha:ri’ Lagi Mood : The Indicative


Assala:mu’alaikum…

Kalian tentu sudah kenal dengan فعل fi'l dari Al-‘arabiyyah, kan? Apalagi sebelumnya, saya sudah kenalin dia pada acara “Ta’aruf dengan Fi’l”. Dalam acara itu, disebutkan bahwa fi’l dibagi tiga berdasarkan kala (tense), yaitu الماضى فعل fi’l al-ma:ḍi:, المضارع فعل fi’l al-muḍa:ri’, dan الأمر فعل fi’l al-Ɂamr. Pada acara kali ini, saya akan sedikit menyampaikan tentang المضارع فعل fi’l al-muḍa:ri’. Sebenarnya, kalian tentu sudah mengenal baik tentang si fi’l mudhari’ ini karena kita sering menyebutkannya untuk hafalan secara berurutan dengan si fi’l madhi. Namun, apa salahnya jika kita kenalan lagi dengan dia, terutama bagi kalian yang belum kenal sma sekali.

 Si fi’l mudhari’ ini ternyata suka mood-mood-an, lho. Kadang, ia mood-nya begini, tapi nanti, mood-nya begitu. Sekalipun kalian lagi nggak mood, ada baiknya kita kenalin si fi’l mudhari’ lebih dekat agar makin akrab. Seperti apa, sih, mood-nya si fi’l mudhari’?

Sebelum melihat mood-nya, kita cari tahu dahulu tampangnya si fi’l mudhari, khususnya fi’l mujarrad/ pola akar kata dasar (pola I)’. Pada fi’l madhi, akar kata diberi sufiks yang berbeda untuk setiap kata ganti orang (pronomina). Adapun si fi’l mudhari’ memiliki prefiks pada akar kata untuk setiap kata ganti orang. Selain itu, ada beberapa fi’l mudhari’ yang memiliki prefiks dan sufiks sekaligus (disebut juga konfiks).

Beberapa fi’l mudhari’ yang terbentuk dengan konfiks tergabung dalam sebuah kelompok yang dikenal dengan nama الخمسة الأفعال al-Ɂaf’a:lu l-xamsa. Anggota kelompok itu adalah fi’l-fi’l mudhari’ dari orang kedua tunggal feminin (تفعَلينَ taf’ali:na), orang kedua jamak maskulin (تفعلونَ taf’alu:na), orang ketiga jamak maskulin (يفعلونَ yaf’alu:na), orang kedua dual maskulin dan feminin (تفعلانِ taf’ala:ni), dan orang ketiga dual maskulin dan feminin (يفعلانِ yaf’ala:ni). Selain af’alul xamsa, ada fi’l mudhari’ lain yang juga berkonfiks, yaitu fi’l orang ketiga jamak feminine (يَفعَلنَ yaf’alna) dan orang kedua jamak feminine (تَفعَلنَ taf’alna).
Vokal pertama pada fi’l mudhari’ adalah  a (فتحة fatḥa) yang terletak setelah prefiks-nya. Adapun vokal kedua terdapat pada radikal kedua akar kata. Vokal kedua dapat berupa a (فتحة fatḥa), i (كسرة kasra), atau u (ضمّة ḍamma). Mari kita lihat contoh berikut:

المضارع فعل fi’l al-muḍa:ri’
الماضى فعل fi’l al-ma:ḍi:
--v1C1C2v2C3
--aC1C2a/i/uC3
contoh:
yaKTuB   يَكتُب
yaRKaB  يَركَب 
yaMiL  يَحمِل
C1v1C2v2C3
C1aC2a/i/uC3
contoh:
KaTaB  كَتَب
RaKiB  رَكِب
aMaL  حَمَل
Ket:    v = vokal             C = Radikal (konsonan akar kata)              -- = prefiks
           — = sufiks atau vokal akhir penanda mood

Mood yang kita bicarakan di sini adalah modus إعراب Ɂi’ra:b fi’l mudhari’. Dalam Kamus Linguistik Harimurti, modus didefinisikan sebagai  kategori gramatikal dalam bentuk verba yang mengungkapkan suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara. Modus si fi’l mudhari’ ada tiga, yaitu indikatif, subjungtif, dan jusif. Untuk perjumpaan kali ini, kita akan mencari tahu tentang mood indikatif saja dahulu.

Mood indikatif disebut juga المرفوع المضارع فعل fi’l al-muḍa:ri’ al-marfu:’ atau imperfect indicative. Modus indikatif pada fi’l mudhari’ digunakan sebagai bentuk pernyataan datar, obyektif, atau netral saja. Fi’l mudhari’ marfu’ juga menunjukkan suatu kegiatan yang sedang terjadi kala saat ini atau yang akan datang.
Lalu, apa tanda mood indikatif pada fi’l mudhari’?  Imperfect indicative atau fi’l mudhari’ marfu’ ditandai dengan vokal ضمّة ḍamma (ُ u) di akhir kata, yaitu pada radikal ketiga. Namun, pada af’aalul xamsah, tanda indikatifnya/ rafa’-nya adalah adanya konsonan ن n di akhir kata. Adapun fi’l dari orang ketiga jamak feminin dan orang kedua jamak feminin adalah kata yang indeklinatif (مبنىّ mabniyy). Ada baiknya kita lihat tabel berikut.

المضارع فعل
fi’l al-mua:ri’
ضمائر
ama:Ɂir

يَفعلُ yaf’alu
هو huwa
3m.sg
تَفعلُ taf’alu
هي hiya
3f.sg
تَفعلُ taf’alu
أنتَ Ɂanta
2m.sg
تَفعلِينَ taf’ali:na
أنتِ Ɂanti
2f.sg
أفعلُ Ɂaf’alu
أنا Ɂana
1sg
يَفعلُونَ yaf’alu:na
هم hum
3m.pl.
يَفعلْنَ yaf’alna
هنّ hunna
3f.pl.
تَفعلُونَ taf’alu:na
أنتم Ɂantum
2m.pl.
تَفعلْنَ taf’alna
أنتنَّ Ɂantunna
2f.pl.
نَفعلُ naf’alu
نحن nanu
1pl.
يَفعلَانِ yaf’ala:ni
هما huma:
3m.dual
تَفعلَانِ taf’ala:ni
هما huma:
3f. dual
تَفعلَانِ taf’ala:ni
أنتما Ɂantuma:
2m/f.dual

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa fi’l mudhari’ juga digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang baru akan terjadi di masa yang akan datang. Untuk itu, kita dapat juga menambahkan prefiks ﺳَ sa- atau menambahkan kata سَوفَ saufa sebelum fi’l mudhari’. Perbedaan antara prefiks ﺳَ sa- dengan kata سَوفَ saufa adalah dalam hal lama waktu kegiatan yang akan terjadi. Penambahan prefiks ﺳَ sa- bermakna bahwa kegiatan akan terjadi / dilakukan dalam waktu dekat, sedangkan penambahan kata سَوفَ saufa menandakan kegiatan baru akan terjadi dalam waktu yang agak lama. Contoh:
    غدًا المدرسةِ إلى سأذهبُ  saɁaðhabu     Ɂila    l-madrasati     ɣadan
                                      akan-1sg-pergi      ke     (itu)-sekolah   besok
                                       “saya akan pergi ke sekolah esok hari”

   سنتينِ بَعد الجدِيدِ المبنى في يَعملُ سَوفَ  sawfa ya’malu fi l-mabna: l-jadi:di ba’da sanatayni
                                akan 3msg-bekerja di (itu)-gedung (itu)-baru setelah tahun-dual
                                           “dia akan bekerja di gedung baru itu dua tahun depan”

Kiranya demikian saja cerita tentang mood indikatifnya si fi’l mudhari. Jika terdapat kekurangan, kesalahan, atau penyampaian yang sulit dimengerti,  mohon dima’afkan dan jangan sungkan untuk memerbaiki serta memberi masukkan.

شكرا
감사합니다
Assala:mu’alaikum…..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar