Assala:mu’alaikum…..!
Ki:f Ha:lukum…?
Tamu kita Al-‘arabiyya yang pernah mampir kini datang lagi. Kali ini, ia bawa oleh-oleh yang akan ia bagi-bagikan, yaitu jumlah (number). Mari kita lihat jumlah yang ia bagikan.
Banyak bahasa di dunia mengenal adanya kategori gramatika jumlah dalam sistim kebahasaanya. Ada bahasa yang membedakan dua jumlah, yaitu kategori tunggal (singular) dan kategori jamak (plural). Ada bahasa yang mengenal tiga kategori, seperti tunggal, dual (dua), dan jamak. Ada pula bahasa yang membedakan jumlah dalam empat kategori, yaitu tunggal, dual, trial (tiga), dan jamak.
Bahasa Arab yang kita kenal menyebut number sebagai عدد ‘adad. Ia mengenal jumlah dalam tiga kategori, yaitu kategori tunggal sebagai مُفرَد mufrad, dual sebagai مُثنّى muθanna:, dan jamak sebagai جَمع jam’.
Kategori tunggal sudah diketahui secara umum. Adapun kategori dual dibentuk dengan menambahkan sufiks dual َانِ –a:ni dalam kasus nominatif dan َيْنِ –ayni dalam kasus akusatif atau genitif pada kata berbentuk tunggal baik maskulin maupun feminin. Pada kata berjenis feminin, akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ) diubah ke dalam huruf ت t sebelum ditambahkan sufiks dual.
Berikut ini contoh kata dalam bentuk dual:
مُعلّم mu’allim » مُعلّمَانِ mu’allima:ni (nom.) / مُعلّمَيْنِ mu’allimayni (acc./gen.)
‘seorang guru (lk)’ ‘dua orang guru (lk)’
مُعلّمة mu’allima » مُعلمتَانِ mu’allimata:ni (nom.) / مُعلّمتَيْنِ mu’allimatayni (acc./gen.)
‘seorang guru (pr)’ ‘dua orang guru (pr)’
Kategori jamak dalam bahasa Arab dibagi dalam dua macam, yaitu سالم جمع jam’ sa:lim (the sound plural) dan تكسِير جمع jam’ taksi:r (the broken plural). Perubahan dari kata tunggal ke sound plural lebih teratur dan mudah karena hanya dengan menambahakan sufiks jamak. Sementara itu, perubahan pada broken plural sangat bervariasi karena dilakukan pada akar kata dari bentuk tunggal.
Sound plural sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu سالم مذكّر جمع jam’ muðakkar sa:lim (the sound masculine plural) dan سالم مؤنث جمع jam’ muɁannaθ sa:lim (the sound feminine plural).
Jamak maskulin dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak maskulin ُوْنَ –u:na dalam kasus nominatif dan ِيْنَ –i:na dalam kasus akusatif atau genitif pada kata berbentuk tunggal. Sufiks jamak maskulin hanya digunakan untuk menjamakkan kata yang bermakna manusia laki-laki saja. Kata-kata yang dijamakkan dengan jamak maskulin, antara lain:
a) Partisipel aktif dan partisipel pasif
Contoh: مُعلِّم mu’allim » مُعلِّمُوْنَ mu’allimu:na (nom.) / مُعلّمِيْنَ mu’allimi:na (acc./gen.)
‘seorang guru’ ‘para guru’
b) Nomina yang menunjukkan profesi, umumnya dari pola فَعَّال Fa’’a:L / CaCCa:C
Contoh: خبّاز xabba:z » خبَّازُونَ xabba:zu:na (nom.) / خبّازِيْنَ xabba:zi:na (acc./gen.)
‘seorang tukang roti’ ‘para tukang roti’
c) النِّسبَة اسم ism an-nisba (ajektiva relatif), yaitu kata yang menghubungkan seseorang atau sesuatu dengan suatu tempat, profesi, suku, dan sebagainya.
Contoh: عربىّ ‘arabi:y (nom.) » عربيُّون ‘arabiyyu:na (nom.) / عربيِّين ‘arabiyyi:na (acc./gen.)
‘orang Arab’ ‘orang-orang Arab’
d) Superlatif atau komparatif dari pola أفعل ɁaF’aL / ɁaCCaC
Contoh: أكرم Ɂakram » أكرمُون Ɂakramu:na (nom.) / أكرمِين Ɂakrami:na (acc./gen.)
‘(orang) yang mulia’ ‘orang-orang yang mulia’
Jamak feminin dibentuk dengan menambahkan sufik jamak feminin َاتٌ -a:tun dalam kasus nominatif dan َاتٍ –a:tin dalam kasus akusatif atau genitif. Pada kata berjenis feminin dengan akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ), sufiks jamak feminin ditambahkan setelah menghilangkan akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ) terlebih dahulu. Dalam keadaan definit dengan artkel الـ al (alif lam), tanwin pada konsonan terakhir ت t jamak feminin menjadi vokal biasa.
Sufiks jamak feminin digunakan tidak hanya untuk menjamakkan kata yang bermakna manusia perempuan saja, tetapi juga untuk kata yang bermakna hewan, kata benda abstrak, infinitif, dan kata lainnya.
Contoh: معلِّمة mu’allima » معلِّماتٌ mu’allima:tun (nom.) / معلِّماتٍ mu’allima:tin (acc./gen.)
‘seorang guru (pr)’ ‘para guru (pr)’
المعلِّمة Ɂalmu’allima » المعلِّمَاتُ Ɂalmu’allima:tu (nom.) / المعلِّمَاتِ Ɂalmu’allima:ti (acc./gen.)
‘guru perempuan (itu)’ ‘para guru perempuan (itu)’
حيوان ḥayawa:n » حيواَنَاتٌ ḥayawa:na:tun (nom.) / حيوانَتٍ ḥayawa:na:tin (acc./gen.)
‘hewan’ ‘hewan-hewan’
Kata yang tidak dijamakkan dengan the sound plural baik maskulin maupun feminin dapat dijamakkan dengan the broken plural. Seperti yang disebutkan sebelumnya, perubahan kata dari tunggal ke jamak melalui the broken plural dilakukan pada akar katanya, seperti perubahan vokal-vokalnya atau penambahan konsonan. Mengenai broken plural, ﷲ شاء إن Ɂin ša:Ɂal la:hu akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.
Itulah sekelumit number yang Al-arabiyya bagikan. Mohon ma’af jika terdapat kesalahan. Jangan sungkan untuk memerbaiki dan memberi masukan.
شكرا
감사합니다
Assala:mu’alaikum…..!!!
Belajar Bahasa Arab disini :)
BalasHapusAssala:mu'alaikum..
BalasHapusTerima kasih, ya, Mbak 'Celotehan' sudah mampir.
Jangan sungkan untuk memerbaiki atau memberi saran.
Salam... :)