Rabu, 01 Desember 2010

Number dalam Al-arabiyya


Assala:mu’alaikum…..!
Ki:f  Ha:lukum…?

Tamu kita Al-‘arabiyya yang pernah mampir kini datang lagi. Kali ini, ia bawa oleh-oleh yang akan ia bagi-bagikan, yaitu jumlah (number). Mari kita lihat jumlah yang ia bagikan.

Banyak bahasa di dunia mengenal adanya kategori gramatika jumlah dalam sistim kebahasaanya. Ada bahasa yang membedakan dua jumlah, yaitu kategori tunggal (singular) dan kategori jamak (plural). Ada bahasa yang mengenal tiga kategori, seperti tunggal, dual (dua), dan jamak. Ada pula bahasa yang membedakan jumlah dalam empat kategori, yaitu tunggal, dual, trial (tiga), dan jamak.

Bahasa Arab yang kita kenal menyebut number sebagai عدد ‘adad. Ia mengenal jumlah dalam tiga kategori, yaitu kategori tunggal sebagai مُفرَد mufrad, dual sebagai مُثنّى muθanna:, dan jamak sebagai جَمع jam’.

Kategori tunggal sudah diketahui secara umum. Adapun kategori dual dibentuk dengan menambahkan sufiks dual َانِ –a:ni dalam kasus nominatif dan َيْنِ –ayni dalam kasus akusatif atau genitif pada kata berbentuk tunggal baik maskulin maupun feminin. Pada kata berjenis feminin, akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ) diubah ke dalam huruf ت t sebelum ditambahkan sufiks dual.

Berikut ini contoh kata dalam bentuk dual:

 مُعلّم mu’allim      »  مُعلّمَانِ mu’allima:ni (nom.) / مُعلّمَيْنِ mu’allimayni (acc./gen.)
‘seorang guru (lk)’                ‘dua orang guru (lk)’

 مُعلّمة mu’allima    »  مُعلمتَانِ mu’allimata:ni (nom.) / مُعلّمتَيْنِ mu’allimatayni (acc./gen.)
‘seorang guru (pr)’               ‘dua orang guru (pr)’

Kategori jamak dalam bahasa Arab dibagi dalam dua macam, yaitu سالم جمع jam’ sa:lim (the sound plural) dan تكسِير جمع jam’ taksi:r (the broken plural). Perubahan dari kata tunggal ke sound plural lebih teratur dan mudah karena hanya dengan menambahakan sufiks jamak. Sementara itu, perubahan pada broken plural sangat bervariasi karena dilakukan pada akar kata dari bentuk tunggal.

Sound plural sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu سالم مذكّر جمع jam’ muðakkar sa:lim (the sound masculine plural) dan سالم مؤنث جمع jam’ muɁannaθ sa:lim (the sound feminine plural).

Jamak maskulin dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak maskulin ُوْنَ –u:na dalam kasus nominatif dan ِيْنَ –i:na dalam kasus akusatif atau genitif pada kata berbentuk tunggal. Sufiks jamak maskulin hanya digunakan untuk menjamakkan kata yang bermakna manusia laki-laki saja. Kata-kata yang dijamakkan dengan jamak maskulin, antara lain:

a) Partisipel aktif dan partisipel pasif
Contoh: مُعلِّم mu’allim   »   مُعلِّمُوْنَ mu’allimu:na (nom.) / مُعلّمِيْنَ mu’allimi:na (acc./gen.)
              ‘seorang guru’                         ‘para guru’

b) Nomina yang menunjukkan profesi, umumnya dari pola فَعَّال Fa’’a:L / CaCCa:C
Contoh: خبّاز xabba:z    »  خبَّازُونَ xabba:zu:na (nom.) / خبّازِيْنَ xabba:zi:na (acc./gen.)
       ‘seorang tukang roti’              ‘para tukang roti’

c) النِّسبَة اسم ism an-nisba (ajektiva relatif), yaitu kata yang menghubungkan seseorang atau sesuatu dengan suatu tempat, profesi, suku, dan sebagainya.
Contoh: عربىّ ‘arabi:y (nom.) » عربيُّون ‘arabiyyu:na (nom.) / عربيِّين ‘arabiyyi:na (acc./gen.)
               ‘orang Arab’                            ‘orang-orang Arab’

d) Superlatif atau komparatif dari pola أفعل ɁaF’aL / ɁaCCaC
Contoh: أكرم Ɂakram     »  أكرمُون Ɂakramu:na (nom.) / أكرمِين Ɂakrami:na (acc./gen.)
        ‘(orang) yang mulia’               ‘orang-orang yang mulia’

Jamak feminin dibentuk dengan menambahkan sufik jamak feminin َاتٌ -a:tun dalam kasus nominatif dan َاتٍ –a:tin dalam kasus akusatif atau genitif. Pada kata berjenis feminin dengan akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ), sufiks jamak feminin ditambahkan setelah menghilangkan akhiran ta:’ marbu:ṭa ( ة ) terlebih dahulu. Dalam keadaan definit dengan artkel الـ al (alif lam), tanwin pada konsonan terakhir ت t  jamak feminin menjadi vokal biasa.

Sufiks jamak feminin digunakan tidak hanya untuk menjamakkan kata yang bermakna manusia perempuan saja, tetapi juga untuk kata yang bermakna hewan, kata benda abstrak, infinitif, dan kata lainnya.

Contoh: معلِّمة mu’allima  »  معلِّماتٌ mu’allima:tun (nom.) / معلِّماتٍ mu’allima:tin (acc./gen.)
             ‘seorang guru (pr)’             ‘para guru (pr)’

 المعلِّمة Ɂalmu’allima » المعلِّمَاتُ Ɂalmu’allima:tu (nom.) / المعلِّمَاتِ Ɂalmu’allima:ti (acc./gen.)
   ‘guru perempuan (itu)’          ‘para guru perempuan (itu)’

حيوان ḥayawa:n  »  حيواَنَاتٌ ḥayawa:na:tun (nom.) / حيوانَتٍ ḥayawa:na:tin (acc./gen.)
    ‘hewan’                        ‘hewan-hewan’

Kata yang tidak dijamakkan dengan the sound plural baik maskulin maupun feminin dapat dijamakkan dengan the broken plural. Seperti yang disebutkan sebelumnya, perubahan kata dari tunggal ke jamak melalui the broken plural dilakukan pada akar katanya, seperti perubahan vokal-vokalnya atau penambahan konsonan. Mengenai broken plural, ﷲ شاء إن Ɂin ša:Ɂal la:hu akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.

Itulah sekelumit number yang Al-arabiyya bagikan.  Mohon ma’af jika terdapat kesalahan. Jangan sungkan untuk memerbaiki dan memberi masukan.
شكرا
감사합니다
Assala:mu’alaikum…..!!!

Nomina Bentuk Terikat dalam Bahasa Ibrani (BAGIAN IVc)


Assala:mu’alaikum…….!
Apa kabar….?
Mari kita lanjutkan pembahasan analisis kita mengenai nomina terikat pada frase nominal dalam bahasa Ibrani lanjutan dari bagian 4b. Mudah-mudahan kalian tidak jenuh, ya.
공부하자….!!!
4.2.4 Dari Nd dengan Satu Vokal Pendek
            Nd dengan satu vokal pendek ini berupa pola dengan vokal pendek pada silabel pertama (KVKK) dan beberapa pola dengan vokal pendek pada silabel kedua (KKVK).

4.2.4.1 Dari Nd dengan Satu Vokal Pendek pada Silabel Pertama  (KVKK) (Nomina Segholate)
            Nd dengan vokal pendek pada silabel pertama tersebut mendapatkan vokal bantu ketika dalam bentuk nb, yaitu berupa penambahan vokal pendek yang umumnya adalah ֶ /ě/ (ṣeghôl). Oleh karena itu, nomina ini sering disebut sebagai nomina segholate. Nd yang utama dari pola ini terdiri atas: pola nd qǎṭl yang menjadi nb berpola קֶטֶל /qěṭěl/; nd qǐṭl menjadi nb berpola קֵטֶל /qēṭěl/ yang pada beberapa kata menjadi קֶטֶל /qěṭěl; dan nd qǔṭl serta qǒṭl yang menjadi nb berpola קֹטֶל /qōṭěl/. Nomina segolate ini mempunyai tekanan penultima (kedua dari akhir). Namun demikian, tekanan utama pada kata akan hilang atau melemah menjadi tekanan sekunder ketika dalam ṣemîkhûth (FN).
Apabila radikal kedua atau ketiga dari nomina tersebut berupa konsonan gutural, maka vokal pada bentuk nb lebih sering menggunakan vokal bantu   ַ /ǎ/ (páthǎx) ketimbang vokal pendek ֶ /ě/ (ṣeghôl). Dengan demikian, kata tersebut menjadi nb pola qěṭǎl, qēṭǎl, dan qōṭǎl atau bahkan qǎṭǎl. Hal tersebut tidak berlaku pada kata dengan konsonan א /?/ ('alef) sebagai radikal ketiga seperti pada kata פֶּרֶא /pěrě?/ ‘keledai liar’, dan beberapa kata seperti: לֶחֶם /lěxěm/ ‘roti’, רֶחֶם /rěxěm/ ‘rahim’, dan אֹהֶל /?ōhěl/ ‘tenda, kemah’.
Nt tunggal dari pola-pola ini mempunyai bentuk yang sama dengan bentuk nb tunggalnya. Adapun nt jamak atau dual dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak bentuk terikat kepada bentuk dari nd. Berikut ini beberapa bentuk contoh pola:
Tunggal:  qǎṭl (nd)   >   קֶטֶל    /qěṭěl/ (nb/nt)
                 qǐṭl (nd)    >  קֵטֶל    /qēṭěl/ (nb/nt)
                 qǔṭl dan qǒṭl (nd) > קֹטֶל /qōṭl/ (nb/nt)
                 קַטְל (nd)    >     קְטָלִים     (nb.jmk) →   ֵי + קַטְל  → קַטְלֵי   (nt.jmk)
Jamak  : qǎṭl (nd)    >  /qeṭālîm/ (nb.jmk) →  qǎṭl + ê   → qǎṭlê (nt.jmk)
                קִטְל (nd)  >     קְטָלִים     (nb.jmk) →  ֵי + קִטְל  →  קִטְלֵי (nt.jmk)
                qǐṭl (nd)  > /qeṭālîm/ (nb.jmk) → qǐṭl + ê    → qǐṭlê (nt.jmk)
                                                                     ṣemîkhûth (FN)
                                                                 L               K     
(117) /mělěkh/   (nb/nt)     מֶלֶךְ      →    /mělěkh     ṣedhōm/                               סְדֹם  מֶלֶךְ
         ‘raja’                                             ‘raja          Sodom’ (Gn 14.21)
(118) /?ěvěn/ (nb/nt. f)      אֶבֶן     →      /?ěvěn     yǐsrā?ēl/                              אֶבֶן יִשְׂרָאֵל  
         ‘batu’                                              batu      Israel        
                                                               ‘Gunung Batu Israel’ (Gn 49.24)
(119) /pěthǎx/ (nb/nt)    פֶּתַח     →      /pěthǎx     hā?ōhěl/                                 פֶּתַח הָאֹהֶל  
         ‘pintu masuk’                             pintu     (def.)-tenda
                                                            ‘pintu tenda’ (Gn 18.1)
(120) /sǎ’ǎr/ (nb/nt)    שַׂעַר     →      /sǎ’ǎr                  ṣedhōm/                          שַׂעַר סְדֹם  
         ‘pintu gerbang’                    ‘pintu gerbang      Sodom’ (Gn 19.1)
(121) /pěrě?/ (nb/nt)    פֶּרֶא     →        /pěrě?          ?ādhām/                                 פֶּרֶא אָדָם  
          ‘keledai liar’                         keledai liar    manusia
                                                        ‘a wild man’ (Gn 16.12)
                              ‘seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar’ (Gn 16.12)
(122) /rō?š/ (nb/nt)   ראֺשׁ       →        /rō?š         hǎmmǐṭṭāh/                            ראֺשׁ הַמִּטָּה  
          ‘kepala’                                  kepala    (def.)-tempat tidur
                                                         ‘kepala  tempat tidur’ (Gn 47.31)
            Contoh (117) sampai (122) merupakan beberapa kata dari nb yang berasal dari pola qǎṭl. Contoh (118) adalah nomina feminin yang mengikuti pola maskulin. Oleh karena itu, perubahan dalam nt mengikuti bentuk dari kelompok maskulin. Pada contoh (119), karena konsonan pada radikal ketiga adalah konsonan gutural maka vokal bantu pada silabel kedua adalah vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx). Sementara itu, contoh (120) שַׂעַר /sǎ’ǎr/ yang  berkonsonan gutural pada radikal kedua menggunakan vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) pada kedua silabelnya.
            Contoh (121) adalah pola nd qǎṭl dengan konsonan gutural א /?/ ('alef) pada radikal ketiga. Nomina tersebut dalam bentuk nb dan nt tidak menggunakan vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya melainkan menggunakan vokal pendek ֶ /ě/ (ṣeghôl) sebagai vokal bantu karena termasuk kata dalam kelompok pengecualian.
Pada contoh (122), kata ראֺשׁ /rō?š/ termasuk dalam nd pola qǎṭl. Kata tersebut berasal dari kata רָאשׁ /rā?š/ yang sama  dalam bA, yaitu رَأس /ra?s/. Vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) pada nd tersebut menjadi vokal panjang ָ  /ā/ (qāmēç) sebagai penutup atas lemahnya konsonan gutural א /?/ ('alef) yang kehilangan nilai kekonsonannya. Namun, dalam bIB bunyi [a] tersebut menjadi bunyi samar [o] karena vokal  ָ /ā/ tersebut diikuti oleh konsonan א /?/ ('alef) yang tak bervokal. Dalam bIB, bentuk ָא /ā?/ biasanya berubah menjadi bunyi samar [o] (lihat tabel 4 pada tulisan sebelumnya). 
 (123) /’ēsěv/ (nb/nt)    עֵשֶׂב     →      /’ēsěv       hǎssādhěh/                             עֵשֶׂב  הַשָּׂדֶה  
          ‘rumput’                                 ‘rumput   (def.)-ladang’
                                                       ‘Tumbuh-tumbuhan di padang’ (Gn 3.18)
(124) /?ōhěl/ (nb/nt)     אֺהֶל     →     /?ōhěl      yǎaqōv/                                    אֺהֶל  יַעֲקֹב  
          ‘tenda, kemah’                      ‘kemah     Ya’kub’ (Gn 31.33)
(125) /perî/ (nb/nt)    פְּרִי     →        /perî       vāṭěn/                                              פְּרִי  בָטֶן  
         ‘buah’                              buah     perut; rahim
                                               ‘the fruit of the womb’ (Gn 30.2)
                                               ‘mengandung’ (Gn 30.2)
            Contoh (123) termasuk salah satu nb dari nd qǐṭl. Sedangkan contoh (124) adalah nb dari nd qǔṭl (qǒṭl) dengan konsonan gutural pada radikal pertama dan kedua yang bervokal bantu ֶ /ě/ (ṣeghôl) ketimbang vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) karena termasuk dalam pengecualian.
Contoh (125) adalah nb yang berasal dari nd qǎṭl dengan konsonan י /y/ (yôdh) pada radikal ketiga. Nd dari kata tersebut seharusnya adalah פַּרי /pǎry/. Namun, vokal ǎ pada radikal pertama dipindahkan ke radikal kedua dan melemah menjadi ǐ, sehingga menjadikan konsonan י /y/ (yôdh) tersebut sebagai semivokal bagian dari  vokal ǐ tersebut. Adapun, konsonan pertama pada kata itu bervokal šewa.
Berikut ini contoh dari nt jamak:
(126) /’avādhîm/ (nb.jmk)    עֲבָדִים     →      /’ǎvdhê                   yǐçxāq/          עַבְדֵי  יִצְחָק   
         ‘hamba’                                    hamba (nt.jmk)      Ishaq
                                                       ‘hamba-hamba Ishaq’ (Gn 25.19)
(127) /?avānîm/ (nb.f.jmk)    אֲבָנִים     →     /’ǎvnê           hǎmmāqôm/           אַבְנֵי הַמָּקוֹם  
         ‘batu’                                       batu (nt.jmk)    (def.)-tempat
                                                        ‘the stones of that place’ (Gn 28.11)
                                              ‘sebuah batu yang terletak di tempat itu’ (Gn 28.11)
(128) /rǎghlǎyǐm/ (nb.f.dual)   רַגְלַיִם    →    /rǎghlê               hā?anāšîm/       רַגְלֵי  הָאֲנָשִׁים  
         ‘kaki’                                         kaki (nt.dual)   (def.)- laki-laki (jmk)
                                                               ‘the men’s feet’ (Gn 24.32)
(129) /beghādhîm/ (nb.jmk)   בְּגָדִים     →      /bǐghdhê              ‘ēsāw/                 בִּגְדֵי  עֵשָׂו  
         ‘pakaian’                                   pakaian (nt.jmk)   Esau
                                             ‘pakaian yang indah kepunyaan Esau’ (Gn 27.15)
(130) /rā?šîm/ (nb.jmk)   רָאשִׁים     →      /rā?šê                 hěhārîm/             רָאשֵׁי  הֶהָרִים  
         ‘kepala’                                 kepala (nt.jmk)    (def.)-gunung (jmk)
                                                       ‘puncak-puncak gunung’ (Gn 8.5)
(131) /sārîm/ (nb.jmk)     שָׂרִים    →     /sārê                         fǎr’ōh/                שָׂרֵי  פַרְעֹה  
       ‘panglima; pangeran’             panglima(nt.jmk)     Firaun
                                              ‘punggawa-punggawa Firaun’ (Gn 12.15)    
            Contoh (126) sampai (131) adalah nomina jamak dari nd pola qǎṭl. Pada contoh (126) kata עֲבָדִים /’avādhîm/ adalah nb jamak dari nb tunggal עֶבֶד /’ěvědh/. Perubahan ke nt jamak dilakukan dengan menambahkan sufiks jamak bentuk terikat ֵי /ê/ pada bentuk nd עַבְד /’ǎvdh/ sehingga menjadi עַבְדֵי /’ǎvdhê/. Contoh (127) adalah nomina feminin dengan bentuk dan perubahan mengikuti cara nomina maskulin seperti contoh (126). Nb tunggal dari אֲבָנִים /?avānîm/ adalah  אֶבֶן /?ěvěn/.
Contoh (128) adalah nomina feminin dual yang perubahannya  juga mengikuti bentuk nomina maskulin seperti contoh sebelumnya, yaitu mengganti sufiks dual ַיִם /ǎyǐm/ dengan sufiks jamak bentuk terikat ֵי /ê/ pada nd רַגְל /rǎghl/.
            Bentuk nb tunggal dari contoh (129) בְּגָדִים /beghādhîm/ adalah בֶּגֶד /běghědh/. Nt jamak dari nomina tersebut seharusnya mengambil nd pola dasar qǎṭl בַּגד /bǎghdh/ yang kemudian ditambah sufiks jamak terikat. Namun dalam kasus nomina tersebut, vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) dari nd melemah menjadi vokal pendek ִ /ǐ/ (xîrěq) sehingga nt jamak tersebut adalah בִּגְדֵי /bǐghdhê/.
            Nb tunggal dari רָאשִׁים /rā?šîm/ pada contoh (130) adalah ראֺשׁ /rō?š/. Nb tersebut berasal dari nd  qǎṭl dan menjadi  רָאשׁ /rāš/ seperti yang telah dijelaskan pada contoh (122) sebelumnya. Nt jamak dari nomina ini dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak bentuk terikat pada nd רָאשׁ /rāš/.
            Contoh (131) adalah bentuk jamak dari nb tunggal שָׂר /sār/. Nb tunggal tersebut adalah nomina dengan konsonan yang sama pada radikal kedua dan ketiga (ע״ע). Dan, nb tersebut berasal dari nd qǎṭl (שַׂרְר /sǎrr/). Karena konsonan rêš ר /r/ tidak dapat mengalami geminasi, maka vokal sebelum konsonan tersebut dipanjangkan dan dalam nomina tersebut vokal panjang ָ  /ā/ (qāmēç) itu tak berubah. Bentuk nb dan nt jamak nomina tersebut hanya dengan menambahkan sufiks jamak bentuk bebas atau terikat.
(132) /ševāṭîm/ (nb.jmk)     שְׁבָטִים     →      /šǐvṭê               yǐsrā?ēl/             שִׁבְטֵי  יִשְׂרָאֵל  
         ‘suku’                                       suku (nt.jmk)    Israel
                                                           ‘suku Israel’ (Gn 49.16)
(133) /bǐrkhǎyǐm/ (nb.f.dual)    בִּרְכַיִם     →     /bǐrkhê              yôṣēf/               בִּרְכֵי  יוֹסֵף  
        ‘lutut’                                          lutut (nt.dual)    Yusuf
                                                         ‘pangkuan Yusuf’ (Gn 50.23)
(134) /’adhārîm/ (nb.jmk)  עֲדָרִים   →    /’ědhrê                       çō?n/                   עֶדְרֵי  צאֺן  
          ‘kumpulan; ternak’         kumpulan (nt.jmk)        ternak (f.kol)
                                                  ‘kumpulan kambing domba’ (Gn 29.2)
            Contoh (132) sampai (134) adalah nomina dari nd qǐṭl yang menjadi nb berpola קֵטֶל /qēṭěl/, kecuali  contoh (133) yang menjadi  קֶטֶל /qěṭěl. Perubahan ke nt jamak dilakukan dengan cara yang sama seperti contoh-contoh sebelumnya, yaitu dengan menambahkan sufiks jamak terikat pada nd. Jika radikal pertama nomina tersebut adalah konsonan gutural maka vokal pendek xîrěq ִ /ǐ/ dari pola nd qǐṭl menjadi ṣeghôl ֶ /ě/. Dengan demikian, nt dual atau jamak tersebut menjadi berpola קֶטְלֵי /qěṭlê/.
            Bentuk nb tunggal dari contoh (133) adalah בֶּרֶךְ /běrěkh/ yang mengikuti nb berpola qěṭěl. Perubahan ke bentuk nb dual dengan manambahkan sufiks dual ַיִם /ǎyǐm/ pada pola nd בִּרְך /bǐrkh/. Pada bentuk nt dual, perubahan hanya dengan menggantikan sufiks dual tersebut dengan sufiks jamak atau dual bentuk terikat ֵי /ê/.
            Bentuk tunggal dari contoh (134) adalah עֵדֶר /’ēdhěr/ dengan konsonan gutural pada radikal pertama. Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, jika konsonan pertama dari nomina pola ini adalah konsonan gutural maka vokal ִ /ǐ/ (xîrěq) dari nd pada bentuk nt jamak menjadi ֶ /ě/ (ṣeghôl).
(135) /?ōhālîm/ (nb.jmk)   אֹהָלִים    →      /?ǒholê                šēm/                      אָהֳלֵי  שֵׁם  
         ‘tenda’                                    tenda (nt.jmk)      Sem
                                                      ‘tenda-tenda Sem’ (Gn 9.27)
(136) /?ōmārîm/ (nb.jmk)  אֹמָרִים   →    /?ǐmrê                    šāfěr/                  אִמְרֵי  שָׁפֶר  
         ‘kata, perkataan’                 perkataan (nt.jmk)     keindahan
                                                           ‘goodly words’ (Gn 49.21)
                                                         ‘anak-anak indah (Gn 49.21)
(137) /?ǒznǎyǐm/ (nb.f.dual)    אָזְנַיִם      →    /?ǒznê                  fǎr’ōh/           אָזְנֵי  פַרְעֹה  
         ‘telinga’                                       telinga (nt.dual)    firaun
                                                            ‘the ears of Pharaoh’ (Gn 50.4)
                                                            ‘seisi istana Firaun’ (Gn 50.4)
            Contoh (135), (136), dan (137) adalah nb yang berasal dari nd qǒṭl yang berpola nb קֹטֶל /qōṭěl/. Bentuk nb tunggal dari contoh (135) אֹהָלִים /?ōhālîm/ adalah אֺהֶל /?ōhěl/. Nt dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak terikat pada nd אָהְל /?ǒhl/. Karena radikal kedua berupa konsonan gutural, maka konsonan tersebut tidak menggunakan šewa biasa  melainkan menggunakan šewa majemuk ֳ /o/ (xātēf- qāmēç) yang sesuai dengan vokal pendek qāmēç xaṭûf ָ  /ǒ/sebelumnya.
Contoh (136) adalah satu bentuk pengecualian dengan vokal pendek pada silabel pertama. Nt jamak tidak mengikuti vokal pendek dari pola nd ǒ melainkan menjadi ִ /ǐ/ (xîrěq). Bentuk nb tunggal dari contoh (136) tersebut adalah אֺמֶר /?ōměr/.
            Bentuk nb tungal contoh (137) adalah אֹזֶן /?ōzěn/. Perubahan ke bentuk terikat hanya dengan mengganti sufiks dual bebas ַיִם /ǎyǐm/ dengan sufiks jamak atau dual bentuk terikat ֵי /ê/.

4.2.4.2 Dari Nd dengan Satu Vokal Pendek pada Radikal Kedua (KKVK)
            Nd dengan satu vokal pendek pada radikal kedua ini terdiri atas: pola nd qeṭǎl dengan bentuk nb yang sama; nd pola qeṭǐl yang menjadi nb berpola qeṭēl; dan nd pola qeṭǔl yang menjadi nb berpola qeṭōl. Nb dari pola-pola ini mempunyai tekanan ultima. Ketika dalam bentuk nt, tekanan utama  akan hilang atau melemah menjadi tekanan sekunder. Nt tunggal dari pola-pola ini mempunyai bentuk pola yang sama seperti pola nb.
Contoh:
(138) /devǎš/ (nb/nt)     דְּבַשׁ       →      /devǎš                nekhō?th/                      דְּבַשׁ  נְכאֺת  
         ‘madu’                                  madu          aroma getah tragacanth
                                                            ‘madu’  (Gn 43.11)
(139) /be?ēr/ (nb/nt.f)    בְּאֵר      →      /be?ēr        lǎxǎy rō?î/                       בְּאֵר  לַחַי רֹאִי  
        ‘sumur’                               ‘sumur      Lahai-Roi’ (Gn 16.14)

4.2.4.3 Dari Nd dengan Konsonan  י /y/ dan ו /w/ pada Radikal Kedua
            Nomina-nomina dengan konsonan י /y/ (yôdh) dan ו /w/ (wāw) pada radikal kedua ini termasuk dalam nd pola qǎṭl. Beberapa nb pada nomina dengan ו /w/ (wāw) sebagai radikal kedua pola ini berbentuk pola קָוֶל /qāwěl/ dengan vokal ָ  /ā/ (qāmēç) pada silabel pertama dan vokal bantu ֶ /ě/ (ṣeghôl). Dan, beberapa nomina lainnya berpola קוֹל /qôl/ dengan vokal וֹ /ô/ yang berasal dari kontraksi konsonan ו /w/ dengan vokal pendek ַ /ǎ/ (páthǎx) dari nd qǎṭl. Adapun pola nb dengan י /y/ (yôdh) sebagai radikal kedua adalah קַיִל /qǎyǐl/ dengan vokal bantu ִ /ǐ/ (xîrěq) pada silabel kedua.
            Perubahan ke bentuk nt pola-pola tersebut adalah dengan mengontraksikan konsonan ו /w/ atau י /y/ dengan bunyi [a] dari silabel pertama. Pengecualian ada pada pola nd קוֹל /qôl/ yang memang sudah berkontraksi sebelumnya. Kontraksi ay menjadi ֵי /ê/ dan aw menjadi וֹ /ô/. Dengan demikian, bentuk nt tersebut berpola קֵיל /qêl/ dan קוֹל /qôl/.
qǎṭl (nd)  >  קָוֶל /qāwěl/ (nb)  →  קוֹל /qôl/ (nt)
                 >  קוֹל /qôl/ (nb/nt)
qǎṭl (nd)  >  קַיִל /qǎyǐl/ (nb)  →  קֵיל /qêl/ (nt)
Contoh:
(140) /tāwěkh/ (nb)    תָּוֶךְ       →         /thôkh       hǎggān/                                     הַגָּן  תוֹךְ
        ‘pusat, tengah’                     tengah   (def.)-taman
                                              ‘tengah-tengah taman’ (Gn 3.3)
(141) /yôm/ (nb/nt)   יוֹם       →      /yôm     môthî/                                              יוֹם  מוֹתִי  
         ‘hari’                               ‘hari      kematian-ku’
                                              ‘hari kematianku’ (Gn 27.2)
(142) /bǎyǐth/ (nb)     בַּיִת       →        /bêth        yôṣēf/                                         בֵּית  יוֹסֵף  
         ‘rumah’                           ‘rumah     Yusuf’ (Gn 43.18)
            Nt jamak dibentuk dengan menambahkan sufiks jamak bentuk terikat pada nt tunggal. Pengcualian ada pada beberapa kata seperti contoh (144) yang bervokal ô hasil kontraksi diganti dengan šewa biasa ְ /e/.
Contoh:
(143) /gôyîm/ (nb.jmk)    גּוֹיִים     →      /gôyê                    hā?āěç/                   גּוֹיֵי  הָאָרֶץ  
        ‘bangsa’                               bangsa(nt.jmk)    (def.)-bumi
                                                     ‘bangsa di bumi’ (Gn 22.18)
(144) /yāmîm/ (nb.jmk)    יָמִים     →      /yemê              ?ādhām/                          יְמֵי  אָדָם  
         ‘hari’                                     hari(nt.jmk)     Adam
                                                      ‘umur Adam’ (Gn 5.4)
Cukup dulu. Kita lanjutkan di bagian 4 selanjutnya saja.
Mohon ma’af kalau monoton dan ada salah-salah kata. Jangan sungkan untuk mengoreksi dan memberi masukan, ya!!

Sampai jumpa pada bagian selanjutnya…….!
Assala:mu’alaikum…..!!!

BERSAMBUNG…….
다음 장을 읽으십시오